Monday, June 22, 2009

MENGATASI KEMARAHAN DAN SIKAP TIDAK MAU MENGAMPUNI

Banyak orang Kristen percaya bahwa marah itu salah, dan kemarahan seharusnya tidak mendapat tempat dalam kehidupan orang percaya. Rasul Paulus mengatakan "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu" (Efesus 4:26).
-
Sebagai orang Kristen, kita boleh marah tetapi jangan tinggal dalam kemarahan itu. Jika kemarahan Anda tidak memiliki alasan, Anda harus berhenti melakukan hal-hal yang tidak perlu. Yang dimaksud oleh Paulus dengan "marahlah tetapi jangan berdosa" adalah belajar untuk mengontrol kemarahan Anda. Jangan ijinkan kemarahan menguasai atau bahkan mengontrol Anda. Setiap orang Kristen harus belajar untuk mengontrol kemarahan mereka.
-
Kadang-kadang sebagai orang Kristen, kita tergoda untuk berpikir bahwa menghindari orang yang bersalah kepada kita adalah jalan keluarnya. Jawabannya adalah jangan menghindari mereka melainkan ubahlah cara berpikir kita kepada mereka yang menyakiti kita.
-
Ketika seseorang menyakiti Anda, marahlah terhadap sikap mereka, bukan kepada orangnya. Tenanglah dan pikirkan cara untuk mengasihi mereka. Pikirkan bagaimana untuk mengampuni mereka sebelum Anda bertindak. Jangan terburu-buru mengambil keputusan yang mungkin akan Anda sesali. Tetapi ijinkan Tuhan melakukan proses pemulihan dalam diri Anda dan mengubahkan mereka yang menyakiti Anda.

2 comments:

Willie a.k.a Reptoz said...

Betol tuh . Setuju. Org Kristian perlu mengawal kemarahannya.

designationjazz said...

Ya, kita sebagai org kristen harus bisa mengawal kemarahan atau frustasi. Kalau nggak,kita bisa menyakiti hati org yg mengasihi kita dan ini membuatkan mereka menjauhkan kita. Kerna pada satu saat nanti kita memerlukan teman untuk berkongsi pendapat atau masalah.