Wednesday, September 16, 2009

Menari Di Tengah Hujan

“PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai…” Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30

Seorang lelaki berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan bahan yang patut dan memintanya menunggu, sebab semua doktor masih sibuk, mungkin dia hanya dapat dirawati sekurang-kurangnya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, lelaki tua itu kelihatan gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa sungguh kasihan. Jadi ketika aku tidak sibuk, aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang balutan yang baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sukar, atas persetujuan doktor, aku mengambil keputusan untuk melakukannya sendiri..

Sambil merawat dan memeriksa lukanya, aku bertanya adakah dia punya janji lain hingga kelihatan terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab "TIDAK", dia hendak ke rumah sakit untuk makan tengahari bersama istrinya, seperti yang dilakukannya setiap hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer (disease of brain disorder).Lalu ku tanya adakah isterinya akan marah kalau dia terlambat datang. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun kebelakangan ini. Aku sangat terkejut dan berkata, "Dan uncle masih pergi ke sana setiap hari walaupun isteri uncle tidak kenal uncle lagi??" Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tanganku sambil berkata, "Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?".
Aku terus menahan air mata sampai uncle itu pergi, tanganku masih bergegar.

Cinta kasih seperti itulah yang aku mahu dalam hidupku. Cinta sesungguhnya tidak bersifat fizikal atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi. Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: "Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki".

Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.?

3 comments:

Willie said...

Benar sgt tuh bro.

Cinta bukan bersifat fizikal. Cintailah isterimu di waktu susah atau senang, di waktu kaya atau kekurangan, di waktu sihat atau di waktu sakit.

amen.

Krisno said...

sungguh bersifat mulia...itulah Cinta Sejati...

designationjazz said...

ish ish ish... sedih bro... anyways tis story touch my heart..God Bless!